www.eric-senjaya.co.nr


Soni Farid Maulana
Maret 11, 2008, 6:29 am
Diarsipkan di bawah: profil tokoh

 

ada kenangan menjaringku saat melati kutabur

ada gerimis dan rumputan menggema dalam pengupinganku

yang kau perdengarkan

saat malam bersekutu dengan sunyi

Petikan puisi ”Di Pemakaman” inilah yang pertama dia lahirkan tahun 1976. Puisi ini dia ciptakan untuk mengenang Almarhumah Oneng Rohana, neneknya. Kecintaannya pada nenek yang merawat dan mengasuh semenjak dia kecil, memperkenalkan dia pada puisi, khususnya teks-teks tembang sunda yang sering didendangkan saat menidurkan dia di waktu kecil, menempa dia menjadi seorang penulis puisi yang jenius.

Dengan puisi itu, dia tidak rendah diri dihadapan puisi lain yang ditulis orang. Dia terus berupaya menjadi diri sendiri. Wajarlah bila Rendra mengatakan dia sebagai penyair yang berkembang dengan pesat, yang terus mencari kesempurnaan pengucapan bagi puisi-puisi yang tengah ditulisnya.

Adalah Soni Farid Maulana, jurnalis dan penyair yang akrab disapa kang Soni ini lahir di Tasikmalaya, dari pasangan R. Sarah Solihati dan R. Yuyu Yuhana.

Bapak tiga anak ini memiliki kenangan tersendiri dengan bulan Februari, Ia dilahirkan 19 Februari 1962. Istrinya, Heni Hendrayani dilahirkan 17 Februari 1966. Kemudian, Ia menikah 19 Februari 1990. Mulai bergabung di Pikiran Rakyat akhir Februari 1990. Perjalanan karier internasionalnya pun dimulai 1 Februari 1990 (Filipina).

Perjalanan karier hingga jenjang internasional itu tidak didapatnya dengan mudah, dia ditempa berbagai tembang sunda semenjak umur satu tahun oleh sang nenek, darah seni mulai mengalir di nadi Soni saat itu. Pengembaraan berlanjut hingga SMP, dia mengenal Chairil Anwar, Amir Hamzah, Sapardi Djoko Damono, dan Rendra. Kemudian, Alumni Jurusan Teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung ini semakin mendalami puisi setelah mengenal Goenawan Mohamad, Sutardji Calzoum Bachri, Baudelaire, Abdul Hadi W.M., Tufu, dan Wing Kardjo.

Berbekal pengalaman dari tokoh-tokoh itulah, dia mulai mempublikasikan puisinya di HU Pikiran Rakyat, lewat rubrik ”Pertemuan Kecil” yang diasuh oleh Saini K.M.  Akhirnya, Dia pun bergabung dengan “PR” tahun 1990. Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis, penyair yang kasengsrem tembang Sunda cianjuran, Mupu Kembang dan Ceurik Rahwana ini adalah penyair yang produktif. Beberapa kumpulan puisinya sudah diterbitkan, di antaranya adalah Angsana (Ultimus, 2007), Sehampar Kabut (Ultimus, 2006), Secangkir Teh (Grasindo, 2005), Variasi Parijs van Java (Kiblat, 2004), Tepi Waktu Tepi Salju (Kelir, 2004), Selepas Kata (Pustaka Latifah, 2004), dan Kalakay Mega (1992).

Dua kumpulan puisi, masing-masing  Sehampar Kabut (Ultimus, 2006)  masuk dalam Lima Besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006, dan Angsana (Ultimus, 2007) masuk dalam Lima Besar Khatulistiwa Literary Award 2006-2007. Disamping kumpulan puisinya, sebagai jurnalis pun Soni mendapat hadiah dari PWI Pusat, yakni Anugerah Jurnalistik Zulharmans pada tahun 1999 atas sebuah esai yang ditulisnya berjudul Penyair Taufiq Ismal Peka Sejarah. Pada tahun yang sama, Soni mendapat pula Hadiah Sastra LBSS untuk sebuah puisi Sunda yang ditulisnya.

Selain mendapat penghargaan, puisi-puisi yang dia tulis banyak yang dibahas, baik dalam bentuk esai, skripsi, maupun disertasi. Salah seorang penulis asing yang menulis puisi Soni untuk disertasinya adalah Ian Campbell dari Australia. Puisinya selain diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, juga kedalam bahasa Jerman dan Belanda. Puisinya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Prof. Dr. A. Teeuw dan Linde Voute dalam antologi Winternachten (1999). Sementara dalam bahasa Jerman, beberapa puisinya terbit di majalah Orientirungen (2000) melalui terjemahan Berthold Damshäuser.

Mengapa banyak orang tertarik dengan puisi soni? Jawabannya, cinta. Cinta merupakan kekuatan puisi Soni, dalam pengertian bahwa melalui metafora-metafora cinta dalam cakrawala yang luas itu, makna-makna religiusitas dapat dihayati secara mendalam. Pengamat sastra, Korrie Layun Rampan dalam bukunya Angkatan 2000: Dalam Sastra Indonesia (Grasindo, 2000) juga mengatakan hal yang sama.

Selain cinta, Soni juga menulis sejumlah puisi dengan latar belakang luar negeri. Sejumlah puisinya yang bertema musim dingin, baik mengenai Paris, Den Haag, Leiden, dan sejumlah tempat lainnya di Eropa. Dua puisi yang cukup menggetar antara lain berjudul Di Negeri Salju yang didedikasikan kepada Rendra, dan Berjalan di Pinggir Sungai Seine yang dipersembahkan kepada istrinya. Kedua puisi tersebut ditulis pada tahun 1999. Pada tahun itu, Soni memang berkesempatan ke luar negeri, Belanda, mengikuti Festival de Winternachten bersama Rendra, yang setelah itu dilanjutkan ke Paris.

Disamping menulis puisi, berbagai kesempatan baca puisi telah diikuti oleh penyair yang hobi membaca komik dan menonton film kartun ini. Ia antara lain hadir di Forum Puisi Indonesia 1987 yang diselenggarakan DKJ; Asean Writers Conference IV (1990) di Queezon City, Filipina; Festival de Winter-nachten di Den Haag, Belanda (1999); Puisi International Indonesia di Bandung (2002), dan International Literary Biennale 2005: Living Together di Bandung (2005). Selain itu, dia pun senang menulis cerpen , beberapa kumpulan cerpennya antara lain, Orang Malam (Q-Press, 2005), Di Luar Mimpi (1997), Kita Lahir sebagai Dongengan (2000), dan Palung Rasa (2001). Memang, kesibukan Soni saat ini dicurahkan pada cerpen dan novel.

“Saya rasa sudah cukup saya bergelut dengan puisi, mudah-mudahan Februari 2008 saya akan menerbitkan dua kumpulan puisi terakhir. Puisi yang bersumber Hadist Muhammad dan Alqur’an akan menjadi penutup kumpulan puisi saya,“ kata Soni.

(Eric Senjaya – Pusat Data Redaksi/Dari Berbagai Sumber)

Sumber : www.mymok.multiply.com / www.ppss.or.id / www.pikiran-rakyat.com / Secangkir Teh (Grasindo, 2005) / Sehampar Kabut (Ultimus, 2006) / Angsana (Ultimus, 2007).


2 Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan

nuhun!

Comment oleh soni farid maulana

Sami-sami, kang Soni… 8)

Comment oleh 574nk




Tinggalkan sebuah tanggapan
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>