www.eric-senjaya.co.nr


Cinta Laura
Juni 25, 2008, 10:18 am
Diarsipkan di bawah: Geulis | Tag: , , , , , , , , , ,

“Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta”

Hal itu diungkapkan Cinta Laura di salah satu acara infotainment. Aktris bernama lengkap Cinta Laura Kiehl ini belum lama tinggal di Indonesia. Sehingga, bahasa Indonesianya masih tercampur dengan bahasa Inggris dan logat Inggrisnya pun masih kental.

Aksen Cinta yang kebarat-baratan itulah yang justru menjadi ciri khas Cinta Laura di mata masyarakat. Bahkan, ucapan Cinta di media massa banyak menjadi kutipan. Kutipan, “mana ujan, becek, gak ada ojek” mampu menggiring benak masyarakat kepada Cinta Laura. Kutipan ini juga menjadi ring back tone sebuah operator seluler. Bahkan, kutipan ini juga dijadikan judul lagu Cinta Laura yang diciptakan oleh Ahmad Dhani.

Sebelum menjadi bintang sinetron, gadis kelahiran Quakenbruck, Jerman 15 tahun silam ini memulai kariernya di dunia hiburan Indonesia sebagai finalis Top Model 2006. Kebetulan, salah seorang juri acara itu adalah Sanjay Maulani, seorang casting director di MD Entertainment.

Alhasil, Cinta pun langsung ditawari main sinetron. Cinta pun menerima tawaran untuk menjadi bintang utama dalam sinetron Cinderella, produksi MD Entertainment. Sebagai persiapan syuting, Cinta segera mengambil kursus bahasa Indonesia dan latihan akting.

Usaha Cinta membuahkan hasil. Kemunculan perdana dia di sinetron ini membuat namanya melambung. Selain itu, Cinta berhasil meraih penghargaan SCTV Awards dengan kategori Aktris Ngetop tahun 2007.

Selain sebagai publik figur, Cinta kini tengah mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak kurang mampu.(Eric 574nk)***


7 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

maaf OOT nih… tapi, saya prihatin dg fenomena cinta laura ini…

cinta laura adalah sosok yg memberi kontribusi besar dalam memporak-porandakan jati diri remaja indonesia. saat ini, remaja kita sudah nyaris kehilangan keindonesiaannya, dg datangnya cinta laura bersama logatnya tersebut, semakin mempercepat proses “kehilangan” tersebut. lihat, betapa banyak saat ini remaja kita yg “kecanduan” logat cinta laura. kenyataan ini makin memperparah fenomena punahnya bahasa daerah, karena berkurangnya penuturnya, terutama generasi muda. bila ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat, bangsa kita yang kaya dg bahasa daerah, akan tidak punya sama sekali bahasa, bahkan bahasa indonesia itu sendiri…

Komentar oleh vizon

Terima kasih komentarnya mas Vizon. Memang, gejala ini sudah memprihatinkan. Malah, mas Remy Sylado dalam bukunya,”Bahasa Menunjukkan Bangsa”, menyebut orang-orang ini dengan istilah “sok nginggris”.
Menurut saya, Cinta bukan dikategorikan sok nginggris. Memang dia baru belajar bahasa Indonesia.
Namun orang yg meniru-niru dia lah, atau yg sok gaul menyampuradukan bahasa indonesia dengan inggris itulah yang disebut sok Nginggris. Sok cerdas bila berbicara dengan kata2 asing. Padahal itu adalah bahasa yang centang-perenang. Tidak menunjukkan kecintaan terhadap bahasa daerah dan bahasa nasional.
Semoga Cinta segera menguasai bahasa Indonesia beserta logatnya. Agar tidak menjadi kambing hitam penyebab hilangnya kemurnian bahasa daerah dan bahasa Indonesia kelak.
Mengapa? Bisa saja terjadi,”Satu Nusa, Satu Bangsa, Dua Language”. Wassalam.

Komentar oleh 574nk

test blockquote

Komentar oleh Kreshna Iceheart

test cite

Komentar oleh Kreshna Iceheart

Sebetulnya, tidak ada yang salah kalau orang Indonesia senang dan fasih berbahasa Inggris. Orang Malaysia sendiri banyak yang multilingual dan lancar berbahasa Inggris, toh tidak mengurangi rasa nasionalisme mereka. Soekarno sendiri lancar berbahasa Belanda, toh tidak mengurangi rasa nasionalisme beliau.

Kita jangan menjadi korban ’self-rasisme’ dimana orang Indonesia tidak boleh berbahasa asing, karena kondisi itu persis seperti jaman penjajahan Belanda, dimana orang pribumi berkulit cokelat tidak boleh berbahasa Belanda.

Bagaimanapun juga penguasaan bahasa internasional itu penting. Mungkin kalau kita sudah seperti Jepang yang menguasai dunia, kita boleh sombong tidak mau berbahasa asing, tapi dalam kondisi sekarang ini, kemampuan dan kemauan berbahasa asing itu penting untuk orang Indonesia. Ingat, jaman penjajahan Belanda dulu, orang pribumi berkulit cokelat tidak boleh berbahasa asing.

TAPI… TAPI TAPI TAPI…..

Cinta Laura jadi guru Bahasa Inggris? Oh tidak.

“saya jarang makan makanan di warung gitu karena banyak ehmm…toxic”.

Toxic adalah adjective, bukan verb. Dimana dia belajar bahasa Inggris, sekolah korespondensi di Ulan Bator?

“kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting…jadi mendingan kasi bracelet from platina”

“From platina”? Apakah bracelet itu terbuat dari platina, atau dibuat oleh seseorang yang bernama Mister Platina? Apakah Cinta Laura belajar bahasa Inggris di Zimbabwe, atau di Timbuktu?

Reporter:” so Cinta, what do you think about global warming?”
Cinta Laura: “well… i think global warming is cool!”

Oh. My. Fucking. God.
Entah kenapa, saya jadi ingin mencekik Cinta Laura dan menyumpal mulutnya supaya es di kutub tidak mencair. Selamatkan planet ini dari Cinta Laura!!!

” Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta “

Yeah, right. Dan saya will be going to Situ Lembang untuk memperbaiki bahasa Swahili saya. Mudah-mudahan Cinta Laura tidak menyuruh murid-muridnya pergi ke Uzbekistan untuk memperbaiki bahasa Indonesia mereka.

“Aku khalo bukha puasya cukhup phake cuna sushyi and crawberry pudding cuz itu banyak vaetamin nya”

Awwwwright. Saya juga kadang-kadang suka makan sushi untuk menggantikan hors d’œuvre, tapi shōyu dan wasabi untuk buka puasa sih namanya masochisme kepada lambung sendiri.

Komentar oleh Kreshna Iceheart

EDIT: sorry posting yang pertama fucked up gara2 lupa memberikan tanda / pada closing tag untuk block quote.

================================================

Sebetulnya, tidak ada yang salah kalau orang Indonesia senang dan fasih berbahasa Inggris. Orang Malaysia sendiri banyak yang multilingual dan lancar berbahasa Inggris, toh tidak mengurangi rasa nasionalisme mereka. Soekarno sendiri lancar berbahasa Belanda, toh tidak mengurangi rasa nasionalisme beliau.

Kita jangan menjadi korban ’self-rasisme’ dimana orang Indonesia tidak boleh berbahasa asing, karena kondisi itu persis seperti jaman penjajahan Belanda, dimana orang pribumi berkulit cokelat tidak boleh berbahasa Belanda.

Bagaimanapun juga penguasaan bahasa internasional itu penting. Mungkin kalau kita sudah seperti Jepang yang menguasai dunia, kita boleh sombong tidak mau berbahasa asing, tapi dalam kondisi sekarang ini, kemampuan dan kemauan berbahasa asing itu penting untuk orang Indonesia. Ingat, jaman penjajahan Belanda dulu, orang pribumi berkulit cokelat tidak boleh berbahasa asing.

TAPI… TAPI TAPI TAPI…..

Cinta Laura jadi guru Bahasa Inggris? Oh tidak.

“saya jarang makan makanan di warung gitu karena banyak ehmm…toxic”.

Toxic adalah adjective, bukan verb. Dimana dia belajar bahasa Inggris, sekolah korespondensi di Ulan Bator?

“kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting…jadi mendingan kasi bracelet from platina”

“From platina”? Apakah bracelet itu terbuat dari platina, atau dibuat oleh seseorang yang bernama Mister Platina? Apakah Cinta Laura belajar bahasa Inggris di Zimbabwe, atau di Timbuktu?

Reporter:” so Cinta, what do you think about global warming?”
Cinta Laura: “well… i think global warming is cool!”

Oh. My. Fucking. God.
Entah kenapa, saya jadi ingin mencekik Cinta Laura dan menyumpal mulutnya supaya es di kutub tidak mencair. Selamatkan planet ini dari Cinta Laura!!!

” Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta “

Yeah, right. Dan saya will be going to Situ Lembang untuk memperbaiki bahasa Swahili saya. Mudah-mudahan Cinta Laura tidak menyuruh murid-muridnya pergi ke Uzbekistan untuk memperbaiki bahasa Indonesia mereka.

“Aku khalo bukha puasya cukhup phake cuna sushyi and crawberry pudding cuz itu banyak vaetamin nya”

Awwwwright. Saya juga kadang-kadang suka makan sushi untuk menggantikan hors d’œuvre, tapi shōyu dan wasabi untuk buka puasa sih namanya masochisme kepada lambung sendiri.

Komentar oleh Kreshna Iceheart

By the way, what the fuck is “vaetamin”?
English: vitamin
German: das Vitamin
So again, what the fuck is “vaetamin”? Really.

Komentar oleh Kreshna Iceheart




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>