Diarsipkan di bawah: Citizen Journalism | Tag: Departemen Pertanian, desa Brabag, Eric Senjaya, Heru Lelono, IR-64, Kab Purworejo, PT Sarana Harapan Indopangan, SBY, Supertoy HL-2, Supriyadi alias Toyong, Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali menelan pil pahit akibat kasus bibit padi Supertoy HL-2 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kasus ini mencuat lantaran keterlibatan Heru Lelono, staff khusus kepresidenan. Dalam hal ini Heru pun merangkap sebagai Komisaris Utama PT Sarana Harapan Indopangan (SHI); pembawa bibit Supertoy HL-2.
Konon, dengan Supertoy HL-2 ini, dengan sekali tanam petani bisa memanen tiga kali dengan angka produktivitas 15 ton gabah/hektare. Tentu hasil yang sangat menggiurkan ketimbang menggunakan bibit IR-64 yang produktivitasnya hanya 6-7 ton gabah/hektare.
Namun, ketika para petani di desa Brabag Kab Purworejo memanennya, hasilnya adalah bulir-bulir kosong alias kopong di lahan seluas 100 hektare itu. Tak pelak, kondisi ini menuai respon. Malah, SBY langsung menghubungi Heru untuk menanyakan perihal ini.
Sementara itu, menurut Menteri Pertanian, Anton Apriyanto, penelitian Supertoy HL-2 harus dihentikan. Pasalnya, varietas ini belum dilepas secara resmi oleh Departemen Pertanian, sehingga belum bisa dikomersialkan.
***
Mendengar kata “Supertoy HL-2″, pastilah yang terbesit di benak adalah sejenis mainan senjata laras panjang untuk anak-anak seperti di Film “Terminator”. Belakangan, baru diketahui bahwa Supertoy HL-2 ini adalah nama sejenis bibit padi unggulan.
Nama “Supertoy HL-2″ diambil dari nama penemunya, Supriyadi alias Toyong; disingkat Supertoy. Sementara HL-2 adalah inisial dari Heru Lelono, Staff Khusus SBY yang juga pembawa Supertoy.
Ketika ditanya perihal Supertoy HL-2 ini, Toyong menjelaskan bahwa varietas ini adalah hasil persilangan Rojolele dengan Pandanwangi Jawa.(Eric Senjaya/574nk Admin-berbagai sumber)***
5 Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
www.eric-senjaya.co.nr





















Yah… namanya juga Indonesia Raya, kalo namanya Indonesia Kaya mungkin nasibnya laen.
Padahal di Eropa sana ngasih obat buat ngusir hama aja pake kapal terbang.
Trus di semprot ke lahan ribuan hektare.
Nah kita, masih aja sibuk memperkaya diri sendiri dan siap mengorbankan wong cilik.
Mana ada seh proyek pemerintah yang gak bikin ngiler para Koruptor dan Antek Penjajah bangsa dewek.
Cape Deh…
Buat Akang 574NK : Salam Kenal!
Comment oleh Budak Blank September 14, 2008 @ 4:46 amSalam kenal juga Budak Blank
Comment oleh 574nk September 15, 2008 @ 1:59 amKasian petani-petani itu, lagi-lagi harus wong cilik yang kena tipu, aku turut prihatin niy….., tolong dong pihak-pihak yang berkepentingan harus bertanggung jawab.
Comment oleh Banz September 16, 2008 @ 3:44 amSeperti biasa, mas Banz. Itulah Indonesia.
Comment oleh 574nk September 16, 2008 @ 6:35 amSayang sama wong cilik biasanya pas kampanye doank seh. Setelah itu, nol besar! Ayo Rakyatku… Kritis!
ya….itulah peneliti di Indonesia.
Comment oleh C 4nd12 A September 21, 2008 @ 2:33 pmdan anehnya, presiden pun malah meresmikan yang belum pasti.
harusnya, dari pihak peneliti itu menelaah lebih jauh, apakah gen-gen yang ada sudah stabil atau belum..kalau anakan-anakan biasanya kualitasnya tidak sama dengan induknya. apalagi sampai keturunan ketiga bisa menghasilkan yang begitu signifikan..
wong dinalar aja lho masih banyak pertanyaan, apa mungkin???
jangan mau dibodohi sama orang yang ingin cari untung saja…
yang rugi siapa, rakyat juga kan??
wahai pemerintah, jangan mikirin perut sendiri dunk???